BAHAN KONFRENSI PERS

UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN DI NTB

DINAS PERTANIAN PROVINSI NTB

MATARAM,23 APRIL 2008

 

Latar Belakang

 

         Share sektor pertanian terhadap PDRB NTB: 22,08%, (urutan ke dua setelah sektor pertambangan dan penggalian).

         PDRB NTB 2007 triwulan I menurun 11,71% dari PDRB triwulan IV tahun 2006, karena turunnya produksi pertanian (padi) awal tahun 2007 (terlambatnya awal musim tanam).

         PDRB pada triwulan II meningkat 10,89% dari triwulan I, sektor pertanian menyumbang

            Rp. 249,99 milyar (16,67%).

         Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2008 = 4%

         Menekan inflasi             panen

            Inflasi dipengaruhi oleh volatile food (beras, m. goreng, tomat, cabe rawit dan b. merah)

 

     Upaya Mendorong Pertumbuhan Ekonomi NTB

 

        Peran sektor pertanian harus tetap dipertahankan untuk  menjaga keseimbangan  input-output sektoral serta mengurangi ketergantungan komoditas pertanian dari daerah lain. (hati-hati dalam alih fungsi lahan).

        Industri  pengolahan, transport/komunikasi , perdagangan, pariwisata dan perbankan memiliki potensi tumbuh yang lebih besar dari sektor lainnya.

        Pemda perlu memperhatikan lebih cermat pengembangan sektor listrik, gas dan air minum. Karena kendala yang dihadapi pada sektor ini di masa depan akan semakin berat. Saat ini sektor tersebut stagnant.

 

Tema Pembangunan Pertanian Tahun 2008

        Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Untuk mengurangi Kemiskinan dan Pengangguran

 

Pencapaian Produksi  Tanaman Pangan di Provinsi NTB Tahun 2006 s/d 2008 :

 

No

Komoditi

ATAP  2006

ASEM  2007

ARAM I  2008

 

 

L.Panen

Provitas

Produsi

L.Panen

Provitas

Produsi

L.Panen

Provitas

Produsi

 

 

(Ha)

(Kw/ha)

(Ton)

(Ha)

(Kw/ha)

(Ton)

(Ha)

(Kw/ha)

(Ton)

1

Padi

         341.418

        45,48

  1.552.628

    331.916

       45,99

  1.526.347

     332.015

     46,47

      1.542.788

2

Jagung

           40.617

        25,60

     103.963

      42.955

       28,08

     120.612

       43.531

     28,32

         123.300

3

Kedelai

           95.278

        11,40

     108.639

      56.901

       12,02

       68.419

       81.831

     12,24

         100.175

4

Kc. Tanah

           34.860

        12,61

       43.956

      25.488

       12,91

       32.913

       29.513

     12,88

           37.998

5

Kc. Hijau

           50.318

          8,14

       40.967

      43.990

         9,31

       40.970

       48.184

       9,19

           44.258

6

Ubi kayu

             7.482

      116,33

       87.040

        7.510

     117,88

       88.527

         7.646

   117,22

           89.623

7

Ubi Jalar

             1.693

      112,68

       19.076

        1.135

     114,60

       13.007

         1.591

   115,33

           18.349

 

Strategi Pencapaian Produksi 2008

 

1.      Peningkatan Produktivitas

         Perbaikan budidaya (PTT, SRI, Legowo dll)

         Benih (penggunaan benih unggul bermutu, pengembangan hibrida, penggunaan CBN, Subsidi benih, swadaya)

         Pupuk & Pestisida (subsidi Urea, SP-36, ZA, NPK, pupuk organik, peestisida, pengawalan/pengawasan pupuk)

         Alsintan (Buma, Bakal, Pompa air, Appo)

         Pengairan (rehabilitasi irigasi), waduk, embung, irigasi desa)

2.      Perluasan Areal

         Cetak sawah

         Optimalisasi lahan

         Jarinan tingkat usaha tani (jitut)

         Jaringan irigasi desa (Jides)

         Tata air mikro

         Pompa hidran

         Dam parit

         Irigasi partisifatif

         Irigasi air permukaan

         Irigasi air dangkal

3.      Pengamanan Produksi

         Pengendalian OPT (Penguatan system perlintan, mobilisasi petugas POPT, mobilisasi petani, Optimalisasi  LPHP/LAH, Penguatan brigade proteksi, SL-PHT, Penyaiapan sarana pengendalian)

         Penaganan DFI (SL Iklim, bantuan bencana alam, mobilisasi alat)

         Pengurangan Losses (sabit beregerigi, terpal, threser, RMU kecil, RMU besar, alat pengering)

4.      Kelembagaan dan Pembiayaan

         Pemberdayaan kelembagan (Petani : kelompok tani, gapoktan, koperasi tani, P3A, UPJA, Saprodi; Aparat pertanian : KCD, penyuluh pertanian, pengmat POPT, Pengawas benih, PPNS PUPES, KPP; Penigkatana SDM : Sekolah lapang/magang, pelatihan, pendmpingan, pengawalan teknologi)

         Pembiayaan usaha atani (KKPE, LM3, SP3, DPM-LUEF, BLM-KIP, Kredit usaha rakyat, kemitraan)